Malam Para Jahanam (2023) Movie Review

Malam Para Jahanam

Starvision kembali mengeluarkan film horor terakhirnya untuk tahun 2023 ini dengan agak berbeda. Setelah dua film terakhirnya bisa dibilang tidak memuaskan di mata Cineverse, apakah di Malam Para Jahanam bisa memenuhi ekspektasi kita semua?

Malam Para Jahanam Sinopsis

Prolognya mengantar kita ke sebuah malam di Desa Winongo, Jawa Tengah pada tahun 1965, tepat di saat partai komunis sedang meraih momennya di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kejadian malam itu diwarnai keributan yang memang sudah tersulut lama antara Abah Malik (Teddy Syach) dengan Bahtiar (Derry Oktami) yang notabene merupakan sahabat sejak kecil.

Malam Para Jahanam

Perselisihan mereka kian meruncing sejak Bahtiar yang masa kecilnya bersekolah di kota besar, kembali ke Desa Winongo dengan membawa doktrin komunis lewat kelompok Pemuda Rakyat yang ia pimpin. Abah Malik kemudian melawan kelompok tersebut dengan kelompok santrinya. Pada akhirnya, pertikaian itu mencapai puncaknya dan membuat mereka bertarung hingga mati.

Kembali ke masa sekarang, Rendi (Harris Vriza) mendapat wasiat dari kakeknya untuk dimakamkan di Desa Winongo karena ia mempunyai masa lalu saat bertugas di tempat itu. Rendi kemudian mengantarkan jenazah kakeknya bersama dua temannya, Martin (Zoul Pandjoul) dan Siska (Amel Carla) menggunakan mobil jenazah.

Sesampainya di Desa Winongo, mereka ternyata terjebak dalam pertikaian Malam Jahanam yang menyebabkan mereka akhirnya ditolong oleh Marni (Djenar Maesa Ayu) dan adiknya, Dira (Aghniny Haque). Marni sendiri merupakan anak dari Abah Malik yang kebetulan masih hidup dan tinggal di desa tersebut.

Marni dan Dira mengajak Rendi dan kedua temannya mengadakan ritual di tempat terjadinya kejadian mengenaskan waktu itu dan di saat mereka mengenal satu sama lain, ternyata Marni mengenali kakek Rendi dan ternyata ada rahasia di balik itu semua yang akan dibuka di akhir cerita. Apakah rahasia itu?

Review Malam Para Jahanam

Malam Para Jahanam review

Premisnya menjanjikan, namun banyak sekali plot hole

Jujur saja, Malam Para Jahanam bukanlah tipikal horor yang pernah kita tonton di Indonesia. Premisnya sedikit mengingatkan Cineverse pada film Norwegia, Dead Snow (2009) yang disutradarai Tommy Wirkola, di mana zombie pasukan Nazi kembali hidup dan menyerang orang yang ada di area mereka dikuburkan.

Mungkin bagi mereka yang belum pernah melihat zombie bisa berbicara seperti halnya orang normal, akan merasa aneh melihat film ini. Namun, Malam Para Jahanam menggunakan ide tersebut dengan melibatkan pertikaian kelompok komunis dengan kelompok santri yang memang benar-benar terjadi di masa tersebut.

Yang sekarang jadi masalah terbesar dalam film ini adalah lemahnya karakter Rendi yang diperankan Harris Vriza. Kita seperti melihat pembodohan karakter Rendi terhadap hal yang sedang ia hadapi di depan matanya.

Cineverse memberi satu contoh paling jelas, Rendi bahkan tidak sadar ketika tahu kalau Marni merupakan anak dari Abah yang semestinya berumur sudah sangat tua saat ini.

Di film, Djenar Maesa Ayu bahkan tak terlihat renta sedikit pun. Terlebih lagi ketika Rendi menyukai Dira dan berharap lebih dari hubungan mereka. Kalau dihitung-hitung, umur Dira semestinya tidak berbeda jauh dari sang kakak.

Dari hal yang kecil itu saja akan terlihat seperti apa konklusi dari film ini. Benar saja, semua sudah bisa ditebak, dan masih ada beberapa hal lagi yang amat menganggu. Amat disayangkan kalau banyak hal kecil seperti ini tidak diantisipasi, dan membuat film ini kehilangan momennya.

Malam Para Jahanam Movie

Kesimpulan

Malam Para Jahanam memang lebih baik daripada dua film horor Starvision sebelumnya. Narasinya benar-benar beda dari film Indonesia kebanyakan, dan berani menabrak pakem yang sudah ada.

Memakai isu pertikaian komunis dengan agama di masa lalu dengan zombie memang terbilang sangat cerdas, dan eksposisi ini justru yang lebih menarik ketimbang narasinya di masa sekarang yang banyak plot hole.

Pembodohan karakter Rendi yang menjadi-jadi, dan juga ada adegan canggung lainnya antara Rendi, Marni dan Dira yang semestinya tidak perlu dimasukkan. Hal-hal kecil seperti ini rupanya terlewatkan dan membuat film ini lemah.

Penasaran seperti apa filmnya? Nantikan kehadiran Malam Para Jahanam pada 7 Desember 2023 di bioskop terdekat di kota kamu.

Leave a Reply